Tepo, Kuliner Khas Merakyat Kabupaten Ngawi

Tepo atau Tepo Kecap dikenal masyarakat sebagai kuliner khas Kabupaten Ngawi. Bahan dasar Tepo adalah beras yang dimasak dengan dibungkus daun pisang kemudian direbus sampai matang. Bahan dasar Tepo sama dengan lontong yang biasa dikenal masyarakat Indonesia. Hanya saja bentuknya berbeda dan biasanya untuk pembuatan tepo dibuat dengan porsi besar berbentuk mirip piramida, tidak bulat memanjang seperti lontong.

Kuliner Tepo disajikan dengan wadah pincuk daun pisang dilapisi dengan daun jati atau di atas piring dalam bentuk irisan. Kemudian, irisan tersebut dihidangkan dengan dicampur dengan toge rebus, potongan tahu goreng, rajangan halus kol dan daun seledri, kemudian siraman kuah rasa manis asam. Dan terakhir, Tepo ditaburi dengan kacang tanah goreng dan ditambah kecap manis.

Untuk melengkapi racikan Tepo, penjual biasanya menyediakan menu pendamping seperti telur goreng, macam goreng-gorengan hingga ragam kerupuk. Selain bisa dibungkus untuk dibawa pulang, menu penuh pendamping ini biasanya dinikmati bersamaan dengan Tepo di lokasi penjual.

Bagi masyarakat Kabupaten Ngawi maupun dari luar daerah, mencari titik lokasi penjual Tepo bukan hal sulit. Banyak penjual tepo yang buka pagi maupun malam hari. Titik-titik penjual Tepo juga bisa diakses dengan searching di Google. Dari hasil searching ini, biasanya kita temukan jam operasi buka hingga nomor telepon penjual. Jadi pembeli bisa menanyakan langsung sebelum datang ke lokasi penjual.

Seperti kuliner khas Ngawi lainnya, harga Tepo cukup terjangkau dan relatif murah. Satu porsi Tepo biasanya dijual antara Rp8.000-13.000. Harga tersebut tergantung dengan lauk yang biasanya dibubuhkan di atas racikan Tepo.

Kirim Pesan
Butuh Bantuan?
Silahkan berkonsultasi kepada kami dengan Whatsapp melalui nomor ini. Pesan akan dibalas pada saat jam kerja.

Jam Kerja:
Senin-Kamis : 07.30-15.30
Jum'at : 07.30-14.00
Sabtu-Minggu : Libur